Kamis, 18 Desember 2014

makalah administrasi pendidikan




SUPERVISI KEPALA SEKOLAH
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Terstuktur Mata Kuliah Administrasi Pendidikan
Dosen Pengampu :
Dr. H.M. Djaswidi Al Hamdani, M.Pd




Disusun Oleh :
Nuria Mustika
13.03.2908
Risda Yulianti
13.03.2917


FAKULTAS TARBIYAH
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (3.C)
 INSTITUT AGAMA ISLAM DARUSSALAM CIAMIS
2014



KATA PENGANTAR



            Rasa syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. kita ekspresikan rasa terima kasih kita kepada-Nya, atas berbagai nikmat yang tak terhingga yang kita terima dari-Nya, atas kehendak-Nya pula makalah ini tersusun dan terwujud.
            Adapun dalam kesempatan ini penulis akan membahas tentang “Supervisi Kepala Sekolah”. Makalah ini disusun oleh Penulis untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh Dosen Mata Kuliah Administrasi Pendidikan.
            Penulis merasakan adanya keterbatasan dalam menyelesaikan makalah ini, dan masih jauh untuk mencapai tingkat kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari Dosen Mata Kuliah Administrasi Pendidikan dan dari rekan – rekan.
            Kritik dan saran akan penulis terima dengan lapang hati demi tercapainya penyempurnaan makalah ini.



     Ciamis, 19 oktober 2014

                                                                                                                           Penulis




DAFTAR ISI






BAB I
 PENDAHULUAN



1.1. Latar Belakang


Manusia adalah pelaku utama dalam dunia pendidikan. Semua unsur-unsur  pendidikan, manusialah yang menjalaninya. Akan tetapi, tiada manusia di dunia ini yang sempurna.Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan pendidikan yang sebenarnya, tentu saja haruslah ada pihak yang mengawasi pelaksanaan pendidikan tersebut. Jika pendidikan tersebut tidak diawasi, banyak personal-personal yang menyalah gunakan wewenang dan kewajibannya. Karena tidak bisa dipungkiri pada dasarnya manusia memiliki rasa kurang cukup atas apa yang telah di dapatkannya. Manusia selalu ingin mendapatkan lebih baik lagi dari pada apa yang ia dapatkan. Apabila keinginan ini tidak terkontrol maka timbullah tindakan-tindakan yang tercela, seperti korupsi baik waktu maupun material.Selain unsur manusia yang serba kekurangan, pendidikan juga harus mengikuti perkembangan zaman. Dimana perkembangan zaman sekarangan ini mengalami perkembangan yang sangat cepat. Semua hal yang tadinya mustahil kini tidak mustahil lagi. Dalam hal ini, pendidikan juga harus mengikuti perkembangan zaman. Baik materi yang disampaikan maupun strategi-strategi bahkan metode-metode yang digunakan oleh para pendidik harus sesuai dengan perkembangan zaman sekarang ini.Agar para guru dapat memberikan materi dan metode yang sesuai dengan perkembangan zaman, maka ia harus sering diberikan arahan-arahan yang baik dan latihan-latihan. Maka dari itu penulis membuat  makalah yang membahas tentang Sufervisi Kepala Sekolah.

1.2. Rumusan Masalah


            Untuk memudahkan proses penjabaran dan penjelasan, makalah ini memiliki beberapa rumusan masalah, yaitu :
1.      Apakah pengertian dari supervisi ?
2.      Apa fungsi dan peran supervisi ?
3.      Apa jenis-jenis supervisi  pendidikan?

 


1.3. Tujuan Pembahasan


1.      Untuk mengetahui apa pengertian supervisi
2.      Untuk mengetahui fungsi dan peran supervisi
3.      Untuk mengetahui jenis-jenis supervisi

1.4. Metode


1.      Menbaca buku
2.      Searching internet

 

BAB II
PEMBAHASAN


2.1. Pengertian Supervisi

Pengertian supervisi dapat dijelaskan dari berbagai sudut, baik menurut asal-usul (etimologi), bentuk perkataannya, maupun isi yang terkandung di dalam perkataannya itu (semantic).
- Secara etimologis
Dari bentuk perkataannya, supervisi dibentuk dari dua kata, Super = atas, lebih, Vision = lihat, tilik, awasi. Demikian juga dari segi etimologi, supervisi diambil dari kata super artinya mempunyai kelebihan tertentu seperti kelebihan dalam kedudukan, pangkat dan kualitas,sedangkan visi artinya melihat atau mengawasi Menurut  S. Wajowasito dan W.J.S Poerwadarminta : Supervisi berasal dari bahasa  Inggris “supervision” yang artinya pengawasan.
Makna yang dapat diambil dari pengertian tersebut, bahwa seorang supervisor mempunyai kedudukan atau posisi lebih dari orang yang disupervisi, tugasnya adalah melihat, menilik atau mengawasi orang-orang yang disupervisi. Istilah supervisi berasal dari dua kata, yakni super dan vision. Dalam Webster ‘s New World Dictionary, dijabarkan sebagai berikut :
-Super  : Higher in rank or position than, superior to (superintendent), a great or better than others.(1991: 1343)
-Vision: The ability to perceive something something not actually visible, as through mental acuteness or keen foresight. (1991: 1942)
- Secara terminologis
Dalam arti terminologi, ada beberapa definisi yang akhirnya dari beberapa definisi itu dapat disimpulkan bahwa supervisi pendidikan adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaannya secara aktif. Supervisi pendidikan ditujukan kepada usaha memperbaiki situasi belajar mengajar.
Situasi belajar mengajar yang dimksud disini adalah situasi di mana terjadi proses interaksi antara guru dan murid dalam usaha mencapai tujuan belajar yang telah ditentukan. Dalam kegiatan pembelajaran sangat sukar menentukan mana yang benar dalam praktek mengajar karena mengajar adalah seni. mengajar dalam pekerjaan disekolah bukan pekerjaan yang mudah, sehingga kepala sekolah dalam demonstrasi pembelajaran tidak perlu mengakui kelemahan dan perlu mencarikan ahli yang dapat memberikan gambaran tentang pembelajaran yang baik. Sebetulnya apabila dicermati secara rinci, kegiatan supervisi yang sesuai dengan sasarannya dapat dibedakan menjadi dua yaitu: supervisi akademik,supervisi ini lebih menitik beratkan pengamatan pada masalah akademik, yaitu yang langsung berada dalam lingkup kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru untuk membantu siswa ketika sedang dalam proses belajar mengajar. Dan yang kedua adalah supervisi administrasi, yang lebih menitikberatkan pengamatan pada aspek-aspek administrasi yang berfungsi sebagai pendukung terlaksananya  pembelajaran. Di samping dua macam supervisi yang disebut dengan objeknya atau sasarannya, ada lagi supervisi yang lebih luas yaitu supervisi lembaga dan akreditasi. Yang membedakan antara kedua hal tersebut adalah pelaku dan waktu dilaksanakannya. Supervisi lembaga dilakukan oleh orang yang ada di dalam lembaga yaitu kepala sekolah dan dari luar lembaga yaitu pengawas secara terus menerus, sedangkan supervisi akreditasi dilakukan oleh tim dari luar hanya dalam waktu-waktu tertentu. Tujuannya sama yaitu meningkatkan kualitas lembaga baik  parsial maupun keseluruhan. Dengan kata lain yang menjadi sasaran atau objek supervisi akademik, supervisi administrasi, supervisi lembaga, dan supervisi akreditasi adalah sama yaitu meningkatkan kualitas lembaga, tetapi lingkup dan harapan tentang kualitasnya berbeda.
Supervisor adalah seseorang yang profesional. Dalam menjalankan tugasnya, ia bertindak atas dasar kaidah-kaidah ilmiah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Langkah-langkah pelaksanaan supervisi, diantaranya :
1.                   Untuk melakukan supervisi diperlukan kelebihan yang dapat melihat dengan tajam terhadap permasalahan peningkatan mutu pendidikan
2.                  Menggunakan kepekaan untuk memahaminya dan tidak hanya sekedar menggunakan penglihatan mata biasa.
3.                  Ia membina peningkatan mutu akademik melalui penciptaan situasi belajar yang lebih baik dalam hal fisik maupun lingkungan non fisik.
           

2.2. Fungsi dan Peran Supervisi

Peranan pengawas sekolah atau madrasah munurut  Wiles & Bondi (2007), The role of the supervisor is to help teachers  and other education leaders understand issues and make wise decision affecting student education. Bertitik tolak dari pendapat Wiles & Bondi tersebut, maka peranan pengawas sekolah atau madrasah adalah :
1.                  Membantu guru-guru dan pemimpin-pemimpin pendidikan untuk memahami isu-isu dan membuat keputusan yang bijak yang mempengaruhi pendidikan siswa.
2.                  Untuk membantu guru dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya serta meningkatkan prestasi belajar siswa.
Fungsi supervisi pendidikan adalah sebagai layanan atau bantuan kepada guru untuk mengembangkan situasi belajar mengajar. Konsep supervisi sebenarnya diarahkan kepada pembinaan. Artinya kepala sekolah, guru dan para personel lainnya di sekolah diberi fasilitas untuk meningkatkan kemampuannya dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.
Menurut Anwar dan Sagala, supervisor mempunyai fungsi-fungsi utama, antara lain:
1.                  Menetapkan masalah yang betul-betul mendesak untuk ditanggulangi;
2.                  Menyelenggarakan inspeksi, yaitu sebelum memberikan pelayanan kepada guru, supervisor lebih dulu perlu mengadakan inspeksi sebagai upaya mensurvey seluruh sistem y ang ada;
3.                  Memberikan solusi terhadap hasil inspeksi yang telah disurvey;
4.                  Penilaian;
5.                  Latihan; dan
6.                  Pembinaan atau pengembangan.
Dilihat dari fungsi yang telah ada, tampak jelas peranan supervisi pendidikan. Peranan supervisi dapat dikemukakan oleh berbagai pendapat para ahli yang menyimpulkan tentang tugas dan fungsi supervisor:
1.                  Kordinator, sebagai kordinator supervisor dapat mengkoordinasi program-program belajar mengajar, tugas-tugas anggota staf berbagai kegiatan yang berbeda-beda diantara guru;
2.                  Konsultan, sebagai konsultan supervisor dapat memberikan bantuan, bersama mengonsultasikan masalah yang dialami guru baik secara individual maupun secara kelompok;
3.                  Pemimpin kelompok, supervisor dapat memimpin sejumlah staf guru dalam mengembangkan potensi kelompok, pada saat mengembangkan kurikulum, materi pelajaran dan kebutuhan profesional guru secara bersama-sama;
4.                  Evaluator, supervisor dapat membantu guru dalam menilai hasil dan proses belajar, dapat menilai kurikulum yang sedang dikembangkan.
Permasalahan yang terjadi di lapangan ternyata untuk kinerja yang harus dilakukan oleh supervisor adalah merubah pola lama dan supervisi menjadi tidak bermakna. Ketidak bermaknaan  tersebut disebabkan oleh:
1.                  Supervisi disamakan dengan kontroling atau pekerjaaan pengawas. Supervisor lebih banyak mengawasi dari pada berbagi ide untuk menyelesaikan permasalahan. Akibatnya guru menjadi takut jika untuk diawasi dan dievaluasi;
2.                  Kepentingan dan kebutuhan supervisi bukannya datang dari para guru, melainkan supervisor sendiri menjalankan tugasnya.
3.                  Supervisor kurang memahami apa  yang menjadi tugasnya, sedangkan guru tidak tanggap dengan permasalahannya;
4.                  Secara umum, guru tidak suka disupervisi walaupun hal itu merupakan bagian dari proses pendidikan.
Dampak penyebab di atas peran supervisi dalam organisasi lembaga pendidikan menjadi lemah, kurang efisien dan efektif. Artinya tidak hanya dari satu pihak saja yang diberikan beban ketidak berhasilan sebuah pendidikan. Kinerja supervisi juga harus dilakukan dengan profesional dan kompeten serta mempunyai visi  misi yang luas untuk memperbaiki dan membantu para guru.



2.3. Jenis-Jenis Supervisi Pendidikan


1)                  Supervisi Akademik
Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan yang  membantu para guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran (Daresh, 1989, Glickman, et al;2007)
Supervisi akademik tidak terlepas dari penilaian kinerja guru dalam mengelola pembelajarn. Sergiovanni (1987) menegaskan bahwa refleks praktis penilaian kinerja guru untuk  menjawab pertanyaan-pertanyaan, misalnya :
-                      Apa yang terjadi di dalam kelas?
-                      Apa yang sebenarnya dilakukan oleh guru dan siswa di dalam kelas?
-                     Aktivitas-aktivitas mana dari keseluruhan aktivitas di dalam kelas itu yang bermakna bagi guru dan murid?
-                      Apa yang telah dilakukan oleh guru dalam mencapai tujuan akademik?
-                     Apa kelebihan dan kekurangan guru dan bagaimana cara mengembangkannya
Berdasarkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini akan diperoleh informasi mengenai kemampuan guru dalam mengelolan pembelajaran. Namun satu hal yang perlul ditegaskan disini, bahwa setelah melakukan penilaian kinerja berarti selesailah pelaksanaan supervisi akademik, melainkan harus dilanjutkan dengan tindak lanjutnya berupa pembuatan program supervisi akademik dam melaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Tujuan dan fungsi supervisi akademik:
1.                  Membantu para guru mengembangkan kompetensinya;
2.                  Mengembangkan kurikulum;
3.                  Mengembangkan kelompok kerja guru, dan membimbing penelitian tindakan kelas (PTK) (Glickman, et al; 2007. Sergiovanni, 1987)
Supervisi akademik merupakan salah satu fungsi mendasar (essential function) dalam keseluruhan program sekolah. Hasil supervisi akademik berfungsi sebagai sumber informasi bagi pengembangan profesionalisme guru.
Prinsip-prinsip supervisi akademik :
1.                  Praktis, artinya mudah dikerjakan sesuai kondisi sekolah;
2.                  Sistematis, artinya dikembangkan sesuai perencanaan program supervisi yang matang dan tujuan pembelajaran;
3.                  Objektif, artinya masukan sesuai aspek-aspek instrumen;
4.                  Realistis, artinya berdasarkan kenyataan yang sebenarnya;
5.                  Antisipatif, artinya mampu menghadapi masalah-masalah yang mungkin akan terjadi;
6.                  Konstruktif, artinya mengembangkan kreativitas dan inovasi guru dalam mengembangkan proses pembelajaran;
7.                  Kooperatif; artinya ada kerjasama yang baik antara supervisor dan guru dalam mengembangkan pembelajaran;
8.                  Kekeluargaan, artinya mempertimbangkan saling asah, asih dan asuh dalam mengembangkan pembelajaran;
9.                  Demokratis, artinya supervisor tidak boleh mendominasi pelaksanaan supervisi akademik;
10.              Aktif, artinya guru dan supervisor harus aktif berpartisipasi;
11.              Humanis, artinya mampu menciptakan hubungan kemanusiaan  yang harmonis, terbuka, jujur, ajeg, antusias, dan penuh humor;
12.              Berkesinambungan, supervisi akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan  oleh Kepala Sekolah;
13.              Terpadu, artinya menyatu dengan program pendidikan;
14.              Komprehensif, artinya memenuhi ketiga tujuan supervisi akademik di atas (Dodd, 1972)
Dimensi-dimensi supervisi akademik, yaitu    :
1.                  Kompetensi kepribadian
2.                  Kompetensi pedagogik
3.                  Kompetensi profesional
4.                  Kompetensi sosial.

2)                  Supervisi Klinik
Supervisi klinik adalah supervisi yang difokuskan pada perbaikan pembelajaran melalui siklus yang sistematis mulai dari tahap perencanaan, pengamatan, analisis yang intensif terhadap pembelajaran dengan tujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran.
Alasan mengapa supervisi klinis diperlukan   :
1.                  Karena ada balikan dari orang kompeten sejauh mana praktik profesional kelas memenuhi standar kompetensi dan kode etik;
2.                  Ketinggalan iptek dalam pembelajaran, kehilangan identitas profesi, kejenuhan profesional, pelanggaran kode etik yang akut, mengulang kekeliruan masif;
3.                  Rendahnya apresiasi dan kepercayaan masyarakat dan pemberi pekerjaan.
Tujuan supervisi klinik adalah membantu memodifikasi pola-pola pengajaran yang tidak atau kurang efektif. Disatu sisi supervisi klinik dilakukan untuk menyediakan pengembangan staf bagi guru, sedangkan menurut dua orang teoritis lainnya, yaitu Acheson dan Gall (1987) tujuan supervisi klinik adalah meningkatkan pengajaran guru dikelas.
Tujuan ini dirinci lagi kedalam tujuan yang lebih spesifik, sebagai berikut :
1.                   Menyediakan umpan balik yang objektif terhadap guru, mengenai pengajaran yang dilaksanakannya.
2.                   Mengdiagnosis dan membantu memecahkan masalah masalah pengajaran
3.                   Membantu guru mengembangkan keterampilannya menggunakan strategi pengajaran
4.                   Mengevaluasi guru untuk kepentingan promosi jabatan dan keputusan lainnya
5.                   Membantu guru mengembangkan satu sikap positif terhadap pengembangan profesional yang berkesinambungan.
Demikianlah sekilas konsep supervisi klinik dan apabila disimpulkan, karakteristik supervisi  klinik sebagai berikut:
1.                   Supervisi klinik berlangsung dalam bentuk hubung tatap muka antara supervisor dan guru
2.                   Tujuan supervisi klinik adalah untuk pengembangan profesional guru
3.                   Kegiatan supervisi klinik ditekankan pada aspek-aspek yang menjadi perhatian guru serta observasi kegiatan pengajaran dikelas
4.                   Analisis terhadap hasil observasi harus dilakukan bersama
5.                   Hubungan antara supervisor dan guru harus bersifat kologial bukan otoratian

3)                  Supervisi Administrasi
Supervisi administrasi pendidikan bagi setiap sekolah sangat diperlukan. Hal tersebut dilaksanakan oleh atasan kepada bawahan yang bertujuan untuk mengevaluasi program yang telah dilaksanakan. Supervisi dilakukan oleh pengawas sekolah kepada kepala sekolah dan kepala sekolah kepada guru. Bagi kepala sekolah melakukan supervisi terhadap guru mempunyai arti menilai apakah program yang telah dilaksanakan mempunyai tujuan atau memerlukan evaluasi untuk pembenahan. Dari supervisi dapat diketahui kelebihan atau kekurangan dari program yang telah direncanakan dan dilaksanakan.
Supervisi untuk kepala sekolah menilai program yang ada disekolah, sedangkan yang bertugas melaksanakan supervisi untuk kepala sekolah adalah pengawas dari UPTD pendidikan disetiap kecamatan.
Supervisi administrasi pendidikan untuk kepala sekolah meliputi :
    1.              Administrasi program pengajaran yang meliputi 11 indikator
    2.              Administrasi kesiswaan yang meliputi 20 indikator
    3.              Administrasi kepegawaian 16 indikator
    4.              Administrasi keuangan 5 indiktor
    5.              Administrasi perlengkapan 10 indikator
Supervisi untuk guru kelas dilakukan oleh kepala sekolah pada administrasi pendidikan yang dibuat guru yang meliputi banyak hal. Supervisi dilakukan tiap bulan, supervisi administrasi pendidikan untuk guru meliputi:
    1.               Administrasi program pengajaran yang mempunyai 17 indikator
      2.            Administrasi kesiswaan 6 indikator
      3.            Administrasi keuangan 3 indikator
      4.            Administrasi perlengkapan 7  indikator 










BAB III
 PENUTUP


3.1. Kesimpulan

            supervisi pendidikan adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaannya secara aktif. Supervisi pendidikan ditujukan kepada usaha memperbaiki situasi belajar mengajar.
            Fungsi supervisi pendidikan adalah sebagai layanan atau bantuan kepada guru untuk mengembangkan situasi belajar mengajar. Adapun Peranan supervisi dapat dikemukakan oleh berbagai pendapat para ahli yang menyimpulkan tetang tugas dan fungsi supervisor:
1.      Koordinator
2.      Konsultan
3.      Pemimpin kelompok
4.      Evaluator
            Jenis-jenis supervisi pendidikan terdiri dari:
1.      Supervisi Akademik
2.       Supervisi Klinik
3.      Supervisi Administrasi

3.2. Saran

            Dengan adanya pembahasan-pembahasan tersebut, semoga dapat menambah pengetahuan tentang Administrasi Pendidikam (khususnya tentang supervisi kepala sekolah).
            Dan apabila dalam pembahasan tersebut masih ada kekurangan, diharapkan adanya kritik dan saran yang sifatnya membangun, guna memperbaiki penulisan makalah yang selanjutnya.


 

DAFTAR PUSTAKA


v  Al hamdani, Djaswidi. 2014. Administrasi Pendidikan. Bandung: Media Cendikia             Publisher.
           
v  Sagala, Syaiful. 2005. Administrasi Pendidikan Kontemporer. Bandung: ALFABETA cv.

v  Bagasnanta, Pramudi. 2012. Pengertian Supervisi(online)

Diterima oktober 27, 2014 pukul 15:30 WIB
Alamat web:


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar