Disusun
Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Terstuktur Mata Kuliah Administrasi Pendidikan
Dosen Pengampu :
Dr. H.M. Djaswidi Al Hamdani, M.Pd
Disusun Oleh :
Nuria Mustika
13.03.2908
Risda Yulianti
13.03.2917
FAKULTAS TARBIYAH
PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM (3.C)
INSTITUT
AGAMA ISLAM DARUSSALAM CIAMIS
KATA PENGANTAR
Rasa syukur penulis panjatkan
kehadirat Allah SWT. kita ekspresikan rasa terima kasih kita kepada-Nya, atas
berbagai nikmat yang tak terhingga yang kita terima dari-Nya, atas kehendak-Nya
pula makalah ini tersusun dan terwujud.
Adapun dalam kesempatan ini penulis
akan membahas tentang “Supervisi Kepala Sekolah”. Makalah ini disusun oleh
Penulis untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh Dosen Mata Kuliah
Administrasi Pendidikan.
Penulis merasakan adanya
keterbatasan dalam menyelesaikan makalah ini, dan masih jauh untuk mencapai
tingkat kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran
dari Dosen Mata Kuliah Administrasi Pendidikan dan dari rekan – rekan.
Kritik dan saran akan penulis terima
dengan lapang hati demi tercapainya penyempurnaan makalah ini.
Ciamis, 19 oktober 2014
Penulis
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Manusia
adalah pelaku utama dalam dunia pendidikan. Semua
unsur-unsur pendidikan, manusialah yang menjalaninya.
Akan tetapi, tiada manusia di dunia ini yang sempurna.Oleh karena itu, untuk
mencapai tujuan pendidikan yang sebenarnya, tentu saja haruslah ada pihak yang
mengawasi pelaksanaan pendidikan tersebut. Jika pendidikan tersebut tidak
diawasi, banyak personal-personal yang menyalah gunakan wewenang dan
kewajibannya. Karena tidak bisa dipungkiri pada dasarnya manusia memiliki rasa
kurang cukup atas apa yang telah di dapatkannya. Manusia selalu ingin
mendapatkan lebih baik lagi dari pada apa yang ia dapatkan. Apabila keinginan
ini tidak terkontrol maka timbullah tindakan-tindakan yang tercela, seperti
korupsi baik waktu maupun material.Selain unsur manusia yang serba kekurangan,
pendidikan juga harus mengikuti perkembangan zaman. Dimana perkembangan zaman
sekarangan ini mengalami perkembangan yang sangat cepat. Semua hal yang tadinya
mustahil kini tidak mustahil lagi. Dalam hal ini, pendidikan juga harus
mengikuti perkembangan zaman. Baik materi yang disampaikan maupun
strategi-strategi bahkan metode-metode yang digunakan oleh para pendidik harus
sesuai dengan perkembangan zaman sekarang ini.Agar para guru dapat memberikan
materi dan metode yang sesuai dengan perkembangan zaman, maka ia harus
sering diberikan arahan-arahan yang baik dan latihan-latihan. Maka dari itu penulis
membuat makalah yang membahas tentang
Sufervisi Kepala Sekolah.
1.2. Rumusan Masalah
Untuk memudahkan proses penjabaran
dan penjelasan, makalah ini memiliki beberapa rumusan masalah, yaitu :
2.
Apa fungsi dan peran supervisi ?
3.
Apa jenis-jenis supervisi pendidikan?
1.3. Tujuan Pembahasan
1.
Untuk
mengetahui apa pengertian supervisi
2.
Untuk
mengetahui fungsi dan peran supervisi
3.
Untuk
mengetahui jenis-jenis supervisi
1.4. Metode
1.
Menbaca
buku
2.
Searching
internet
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Supervisi
Pengertian supervisi dapat dijelaskan dari berbagai
sudut, baik menurut asal-usul (etimologi), bentuk perkataannya, maupun isi yang
terkandung di dalam perkataannya itu (semantic).
- Secara etimologis
Dari bentuk perkataannya, supervisi dibentuk dari dua
kata, Super = atas, lebih, Vision = lihat, tilik, awasi. Demikian
juga dari segi etimologi, supervisi diambil dari kata super artinya
mempunyai kelebihan tertentu seperti kelebihan dalam kedudukan, pangkat dan
kualitas,sedangkan visi artinya melihat atau mengawasi Menurut S. Wajowasito dan W.J.S Poerwadarminta :
Supervisi berasal dari bahasa Inggris “supervision”
yang artinya pengawasan.
Makna yang dapat diambil dari pengertian tersebut, bahwa
seorang supervisor mempunyai kedudukan atau posisi lebih dari orang yang
disupervisi, tugasnya adalah melihat, menilik atau mengawasi orang-orang yang
disupervisi. Istilah supervisi berasal dari dua kata, yakni super dan vision.
Dalam Webster ‘s New World Dictionary, dijabarkan sebagai berikut
:
-Super : Higher in rank or position
than, superior to (superintendent), a great or better than others.(1991: 1343)
-Vision: The ability to perceive something something not actually visible,
as through mental acuteness or keen foresight. (1991: 1942)
- Secara terminologis
Dalam arti terminologi, ada beberapa definisi yang
akhirnya dari beberapa definisi itu dapat disimpulkan bahwa supervisi
pendidikan adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu
para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaannya secara
aktif. Supervisi pendidikan ditujukan kepada usaha memperbaiki situasi
belajar mengajar.
Situasi belajar mengajar yang dimksud disini adalah
situasi di mana terjadi proses interaksi antara guru dan murid dalam usaha
mencapai tujuan belajar yang telah ditentukan. Dalam kegiatan pembelajaran
sangat sukar menentukan mana yang benar dalam praktek mengajar karena mengajar
adalah seni. mengajar dalam pekerjaan disekolah bukan pekerjaan yang
mudah, sehingga kepala sekolah dalam demonstrasi pembelajaran tidak perlu
mengakui kelemahan dan perlu mencarikan ahli yang dapat memberikan gambaran
tentang pembelajaran yang baik. Sebetulnya apabila dicermati secara rinci,
kegiatan supervisi yang sesuai dengan sasarannya dapat dibedakan menjadi dua
yaitu: supervisi akademik,supervisi ini lebih menitik beratkan pengamatan pada
masalah akademik, yaitu yang langsung berada dalam lingkup kegiatan
pembelajaran yang dilakukan oleh guru untuk membantu siswa ketika sedang dalam
proses belajar mengajar. Dan yang kedua adalah supervisi administrasi, yang
lebih menitikberatkan pengamatan pada aspek-aspek administrasi yang berfungsi
sebagai pendukung terlaksananya pembelajaran. Di samping dua macam
supervisi yang disebut dengan objeknya atau sasarannya, ada lagi supervisi yang
lebih luas yaitu supervisi lembaga dan akreditasi. Yang membedakan antara kedua
hal tersebut adalah pelaku dan waktu dilaksanakannya.
Supervisi lembaga dilakukan oleh orang yang ada di dalam lembaga
yaitu kepala sekolah dan dari luar lembaga yaitu pengawas secara terus menerus,
sedangkan supervisi akreditasi dilakukan oleh tim dari luar hanya dalam waktu-waktu
tertentu. Tujuannya sama yaitu meningkatkan kualitas lembaga
baik parsial maupun keseluruhan. Dengan kata lain yang menjadi
sasaran atau objek supervisi akademik, supervisi administrasi, supervisi
lembaga, dan supervisi akreditasi adalah sama yaitu meningkatkan kualitas lembaga, tetapi
lingkup dan harapan tentang kualitasnya berbeda.
Supervisor adalah seseorang yang profesional. Dalam
menjalankan tugasnya, ia bertindak atas dasar kaidah-kaidah ilmiah untuk
meningkatkan mutu pendidikan. Langkah-langkah pelaksanaan supervisi,
diantaranya :
1.
Untuk
melakukan supervisi diperlukan kelebihan yang dapat melihat dengan tajam
terhadap permasalahan peningkatan mutu pendidikan
2.
Menggunakan kepekaan untuk memahaminya dan
tidak hanya sekedar menggunakan penglihatan mata biasa.
3.
Ia membina peningkatan mutu akademik melalui
penciptaan situasi belajar yang lebih baik dalam hal fisik maupun lingkungan
non fisik.
2.2. Fungsi dan Peran Supervisi
Peranan pengawas sekolah atau madrasah munurut Wiles & Bondi (2007), The role of the
supervisor is to help teachers and other
education leaders understand issues and make wise decision affecting student
education. Bertitik tolak dari pendapat Wiles & Bondi tersebut, maka
peranan pengawas sekolah atau madrasah adalah :
1.
Membantu guru-guru dan pemimpin-pemimpin
pendidikan untuk memahami isu-isu dan membuat keputusan yang bijak yang
mempengaruhi pendidikan siswa.
2.
Untuk membantu guru dalam melaksanakan tugas
pokok dan fungsinya serta meningkatkan prestasi belajar siswa.
Fungsi supervisi pendidikan adalah sebagai layanan atau
bantuan kepada guru untuk mengembangkan situasi belajar mengajar. Konsep
supervisi sebenarnya diarahkan kepada pembinaan. Artinya kepala sekolah, guru
dan para personel lainnya di sekolah diberi fasilitas untuk meningkatkan
kemampuannya dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.
Menurut Anwar dan Sagala, supervisor mempunyai
fungsi-fungsi utama, antara lain:
1.
Menetapkan masalah yang betul-betul mendesak
untuk ditanggulangi;
2.
Menyelenggarakan inspeksi, yaitu sebelum
memberikan pelayanan kepada guru, supervisor lebih dulu perlu mengadakan
inspeksi sebagai upaya mensurvey seluruh sistem y ang ada;
3.
Memberikan solusi terhadap hasil inspeksi yang
telah disurvey;
4.
Penilaian;
5.
Latihan; dan
6.
Pembinaan atau pengembangan.
Dilihat dari fungsi yang telah ada, tampak jelas peranan
supervisi pendidikan. Peranan supervisi dapat dikemukakan oleh berbagai
pendapat para ahli yang menyimpulkan tentang tugas dan fungsi supervisor:
1.
Kordinator, sebagai kordinator supervisor
dapat mengkoordinasi program-program belajar mengajar, tugas-tugas anggota staf
berbagai kegiatan yang berbeda-beda diantara guru;
2.
Konsultan, sebagai konsultan supervisor dapat
memberikan bantuan, bersama mengonsultasikan masalah yang dialami guru baik
secara individual maupun secara kelompok;
3.
Pemimpin kelompok, supervisor dapat memimpin
sejumlah staf guru dalam mengembangkan potensi kelompok, pada saat
mengembangkan kurikulum, materi pelajaran dan kebutuhan profesional guru secara
bersama-sama;
4.
Evaluator, supervisor dapat membantu guru
dalam menilai hasil dan proses belajar, dapat menilai kurikulum yang sedang
dikembangkan.
Permasalahan yang terjadi di lapangan ternyata untuk
kinerja yang harus dilakukan oleh supervisor adalah merubah pola lama dan
supervisi menjadi tidak bermakna. Ketidak bermaknaan tersebut disebabkan oleh:
1.
Supervisi disamakan dengan kontroling atau
pekerjaaan pengawas. Supervisor lebih banyak mengawasi dari pada berbagi ide
untuk menyelesaikan permasalahan. Akibatnya guru menjadi takut jika untuk
diawasi dan dievaluasi;
2.
Kepentingan dan kebutuhan supervisi bukannya
datang dari para guru, melainkan supervisor sendiri menjalankan tugasnya.
3.
Supervisor kurang memahami apa yang menjadi tugasnya, sedangkan guru tidak
tanggap dengan permasalahannya;
4.
Secara umum, guru tidak suka disupervisi
walaupun hal itu merupakan bagian dari proses pendidikan.
Dampak penyebab di atas peran supervisi dalam
organisasi lembaga pendidikan menjadi lemah, kurang efisien dan efektif.
Artinya tidak hanya dari satu pihak saja yang diberikan beban ketidak berhasilan
sebuah pendidikan. Kinerja supervisi juga harus dilakukan dengan profesional
dan kompeten serta mempunyai visi misi
yang luas untuk memperbaiki dan membantu para guru.
2.3. Jenis-Jenis Supervisi Pendidikan
1)
Supervisi Akademik
Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan yang membantu para guru mengembangkan kemampuannya
mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran (Daresh, 1989,
Glickman, et al;2007)
Supervisi akademik tidak terlepas dari penilaian kinerja guru dalam
mengelola pembelajarn. Sergiovanni (1987) menegaskan bahwa refleks praktis
penilaian kinerja guru untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan, misalnya :
-
Apa yang terjadi di dalam kelas?
-
Apa yang sebenarnya dilakukan oleh guru dan
siswa di dalam kelas?
-
Aktivitas-aktivitas mana dari keseluruhan
aktivitas di dalam kelas itu yang bermakna bagi guru dan murid?
-
Apa yang telah dilakukan oleh guru dalam
mencapai tujuan akademik?
-
Apa kelebihan dan kekurangan guru dan
bagaimana cara mengembangkannya
Berdasarkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini akan
diperoleh informasi mengenai kemampuan guru dalam mengelolan pembelajaran.
Namun satu hal yang perlul ditegaskan disini, bahwa setelah melakukan penilaian
kinerja berarti selesailah pelaksanaan supervisi akademik, melainkan harus
dilanjutkan dengan tindak lanjutnya berupa pembuatan program supervisi akademik
dam melaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Tujuan dan fungsi supervisi akademik:
1.
Membantu para guru mengembangkan
kompetensinya;
2.
Mengembangkan kurikulum;
3.
Mengembangkan kelompok kerja guru, dan
membimbing penelitian tindakan kelas (PTK) (Glickman, et al; 2007. Sergiovanni,
1987)
Supervisi akademik merupakan salah satu fungsi mendasar
(essential function) dalam keseluruhan program sekolah. Hasil supervisi
akademik berfungsi sebagai sumber informasi bagi pengembangan profesionalisme
guru.
Prinsip-prinsip supervisi akademik :
1.
Praktis, artinya mudah dikerjakan sesuai kondisi
sekolah;
2.
Sistematis, artinya dikembangkan sesuai perencanaan
program supervisi yang matang dan tujuan pembelajaran;
3.
Objektif, artinya masukan sesuai aspek-aspek
instrumen;
4.
Realistis, artinya berdasarkan kenyataan yang
sebenarnya;
5.
Antisipatif, artinya mampu menghadapi masalah-masalah
yang mungkin akan terjadi;
6.
Konstruktif, artinya mengembangkan kreativitas dan
inovasi guru dalam mengembangkan proses pembelajaran;
7.
Kooperatif; artinya ada kerjasama yang baik antara
supervisor dan guru dalam mengembangkan pembelajaran;
8.
Kekeluargaan, artinya mempertimbangkan saling asah, asih
dan asuh dalam mengembangkan pembelajaran;
9.
Demokratis, artinya supervisor tidak boleh mendominasi
pelaksanaan supervisi akademik;
10.
Aktif, artinya guru dan supervisor harus aktif
berpartisipasi;
11.
Humanis, artinya mampu menciptakan hubungan
kemanusiaan yang harmonis, terbuka, jujur,
ajeg, antusias, dan penuh humor;
12.
Berkesinambungan, supervisi akademik dilakukan secara teratur
dan berkelanjutan oleh Kepala Sekolah;
13.
Terpadu, artinya menyatu dengan program pendidikan;
14.
Komprehensif, artinya memenuhi ketiga tujuan supervisi
akademik di atas (Dodd, 1972)
Dimensi-dimensi supervisi akademik, yaitu :
1.
Kompetensi kepribadian
2.
Kompetensi pedagogik
3.
Kompetensi profesional
4.
Kompetensi sosial.
2)
Supervisi Klinik
Supervisi klinik adalah supervisi yang difokuskan pada perbaikan
pembelajaran melalui siklus yang sistematis mulai dari tahap perencanaan,
pengamatan, analisis yang intensif terhadap pembelajaran dengan tujuan untuk
memperbaiki proses pembelajaran.
Alasan mengapa supervisi klinis diperlukan :
1.
Karena ada balikan dari orang kompeten sejauh
mana praktik profesional kelas memenuhi standar kompetensi dan kode etik;
2.
Ketinggalan iptek dalam pembelajaran,
kehilangan identitas profesi, kejenuhan profesional, pelanggaran kode etik yang
akut, mengulang kekeliruan masif;
3.
Rendahnya apresiasi dan kepercayaan masyarakat
dan pemberi pekerjaan.
Tujuan supervisi klinik adalah membantu memodifikasi pola-pola pengajaran
yang tidak atau kurang efektif. Disatu sisi supervisi klinik dilakukan untuk
menyediakan pengembangan staf bagi guru, sedangkan menurut dua orang teoritis
lainnya, yaitu Acheson dan Gall (1987) tujuan supervisi klinik adalah
meningkatkan pengajaran guru dikelas.
Tujuan ini dirinci lagi kedalam tujuan yang lebih spesifik, sebagai berikut
:
1.
Menyediakan umpan balik yang objektif terhadap
guru, mengenai pengajaran yang dilaksanakannya.
2.
Mengdiagnosis dan membantu memecahkan masalah
masalah pengajaran
3.
Membantu guru mengembangkan keterampilannya
menggunakan strategi pengajaran
4.
Mengevaluasi guru untuk kepentingan promosi
jabatan dan keputusan lainnya
5.
Membantu guru mengembangkan satu sikap positif
terhadap pengembangan profesional yang berkesinambungan.
Demikianlah sekilas konsep supervisi klinik dan apabila
disimpulkan, karakteristik supervisi klinik
sebagai berikut:
1.
Supervisi klinik berlangsung dalam bentuk
hubung tatap muka antara supervisor dan guru
2.
Tujuan supervisi klinik adalah untuk
pengembangan profesional guru
3.
Kegiatan supervisi klinik ditekankan pada
aspek-aspek yang menjadi perhatian guru serta observasi kegiatan pengajaran
dikelas
4.
Analisis terhadap hasil observasi harus
dilakukan bersama
5.
Hubungan antara supervisor dan guru harus
bersifat kologial bukan otoratian
3)
Supervisi Administrasi
Supervisi administrasi pendidikan bagi setiap
sekolah sangat diperlukan. Hal tersebut dilaksanakan oleh atasan kepada bawahan
yang bertujuan untuk mengevaluasi program yang telah dilaksanakan. Supervisi
dilakukan oleh pengawas sekolah kepada kepala sekolah dan kepala sekolah kepada
guru. Bagi kepala sekolah melakukan supervisi terhadap guru mempunyai arti
menilai apakah program yang telah dilaksanakan mempunyai tujuan atau memerlukan
evaluasi untuk pembenahan. Dari supervisi dapat diketahui kelebihan atau
kekurangan dari program yang telah direncanakan dan dilaksanakan.
Supervisi untuk kepala sekolah menilai program
yang ada disekolah, sedangkan yang bertugas melaksanakan supervisi untuk kepala
sekolah adalah pengawas dari UPTD pendidikan disetiap kecamatan.
Supervisi administrasi pendidikan untuk kepala sekolah
meliputi :
1.
Administrasi program pengajaran yang meliputi
11 indikator
2.
Administrasi kesiswaan yang meliputi 20
indikator
3.
Administrasi kepegawaian 16 indikator
4.
Administrasi keuangan 5 indiktor
5.
Administrasi perlengkapan 10 indikator
Supervisi untuk guru kelas dilakukan oleh
kepala sekolah pada administrasi pendidikan yang dibuat guru yang meliputi
banyak hal. Supervisi dilakukan tiap bulan, supervisi administrasi pendidikan
untuk guru meliputi:
1.
Administrasi program pengajaran yang mempunyai
17 indikator
2.
Administrasi kesiswaan 6 indikator
3.
Administrasi keuangan 3 indikator
4.
Administrasi perlengkapan 7 indikator
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
supervisi pendidikan adalah suatu
aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai
sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaannya secara aktif. Supervisi pendidikan
ditujukan kepada usaha memperbaiki situasi belajar mengajar.
Fungsi supervisi pendidikan adalah sebagai layanan atau bantuan kepada guru
untuk mengembangkan situasi belajar mengajar. Adapun
Peranan supervisi dapat dikemukakan oleh berbagai pendapat para ahli yang
menyimpulkan tetang tugas dan fungsi supervisor:
1.
Koordinator
2.
Konsultan
3.
Pemimpin kelompok
4.
Evaluator
Jenis-jenis
supervisi pendidikan terdiri dari:
1.
Supervisi Akademik
2.
Supervisi Klinik
3.
Supervisi Administrasi
3.2. Saran
Dengan adanya pembahasan-pembahasan
tersebut, semoga dapat menambah pengetahuan tentang Administrasi Pendidikam
(khususnya tentang supervisi kepala sekolah).
Dan
apabila dalam pembahasan tersebut masih ada kekurangan, diharapkan adanya
kritik dan saran yang sifatnya membangun, guna memperbaiki penulisan makalah
yang selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
v Al hamdani, Djaswidi. 2014. Administrasi
Pendidikan. Bandung: Media Cendikia Publisher.
v Sagala, Syaiful. 2005. Administrasi Pendidikan Kontemporer. Bandung:
ALFABETA cv.
v Bagasnanta, Pramudi. 2012. Pengertian Supervisi(online)
Diterima oktober 27, 2014 pukul 15:30 WIB
Alamat web:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar